Pendusta asal Najd

Posted: 17 Mei 2012 in Nusantara
Tag:, , , ,

Hadits Rasul Saw Tentang Pendusta asal Najd

Dalam Hadits Shahih Muslim pada Kitab Az Zakah bab Al Qismah diriwayatkan bahwa sewaktu Nabi Muhammad Saw memenangkan Perang Thaif dan Hunain (pada bulan Syawal tahun 8 H), diperoleh harta rampasan perang yang melimpah. Namun dalam pembagiannya yang dilakukan di Ja’ranah, tempat miqat umrah, para sahabat dekat Nabi Muhammad Saw seperti Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqash tidak diberi bagian. Yang diberi justru para mualaf yang baru memeluk Islam seperti Abu Sufyan.

Di tengah kesibukan membagi harta itu untuk menyenangkan hati para mualaf, tiba-tiba ditandai kemunculan Dzul Khuwashirah, orang badui asal Najd keturunan Bani Tamim. Dengan sombong ia menghardik Nabi Muhammad Saw dengan ucapan, “Berlaku adillah, wahai Muhammad !”

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Celakalah kamu ! Siapa yang akan berbuat adil jika aku saja tidak berbuat adil ?”

Melihat badui tidak tahu adat itu, Umar bin Khaththab berseru, “Wahai Rasulullah, biarkan kupenggal saja lehernya.”

Nabi Muhammad Saw menjawab, “Biarkan saja, Ya Umar.” Dan sewaktu Dzul Khuwashirah pergi, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Akan lahir dari keturunan orang ini kaum yang membaca Al Quran, tetapi tidak sampai melewati batas tenggorokannya. Mereka keluar dari agama Islam seperti anak panah tembus keluar dari badan binatang buruannya. Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Kalau aku menemui mereka, niscaya akan kupenggal lehernya seperti halnya kaum ‘Ad.”

Riwayat yang sama kita dapati juga di dalam hadits Shahih Muslim hadits No. 1771 bab At Tahridh ‘ala Qath Al Khawarij. Kisah itu diriwayatkan pula di dalam hadits Shahih Bukhari No. 3342 bab ‘Alamat An Nubuwah, hadits Shahih Bukhari No. 4669 bab Itsmu Man Ra’a bi Qira’ah dan juga hadits Shahih Bukhari No.6418 bab Qathlu Al Khawarij wa Al Mulhidin; juga dicatat dalam Musnad Imam Ahmad pada hadits No.582, 868, 1032, 1275 bab Wa min Musnad Ali Ibnu Abi Thalib, dan hadits No. 3639 bab Musnad Abdullah Ibnu Mas’ud yang menyebutkan bahwa baginda Rasulullah Muhammad Saw telah bersabda, yang intinya sebagai berikut :

“Di akhir jaman nanti akan muncul segolongan kaum yang muda usianya, bodoh cara berpikirnya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah, namun iman mereka tidak sampai melewati tenggorokan. Mereka keluar dari agama Islam seperti anak panah menembus keluar dari binatang buruannya. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka ! Karena membunuh mereka mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat.”

Setelah menyebutkan ciri fisik dan karakter keturunan Dzul Khuwaishirah yang akan menjadi penyesat umat, Rasulullah Saw lebih spesifik menunjukkan di mana lokasi bakal munculnya orang-orang itu di dalam Hadits Shahih Bukhari No.3037 bab Shifat Iblis wa Junudih, hadits Shahih Bukhari No. 3249 bab Nisbah Al Yaman ila Ismail, juga hadits Shahih Bukhari No. 4885 bab Al Isyarah li Ath Thalaq wa Al Umur, dan juga hadits Shahih Bukhari No. 6563 bab Qaul An Nabi fi Al Fitnah min Qibal Al Masyriq yang berbunyi :

Rasulullah Saw berdiri di atas mimbar dan bersabda, “Disanalah daerah berbagai fitnah”, seraya beliau menunjuk ke arah timur Madinah, “Dari sana muncul pangkal setan” Nabi bersabda, “Tanduk setan.”

Dari Abdullah Ibnu Umar r.a. yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda di atas mimbarnya, “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu di sana — sambil beliau menunjuk ke timur Madinah — dari sana akan muncul tanduk setan.”

Ibnu Umar r.a. juga berkata, “Rasulullah Saw keluar dari rumah Aisyah lalu bersabda, “Puncak kekafiran berasal dari sana, yang mana di sana muncul tanduk setan, yakni dari timur Madinah.”

Secara geografi, arah timur Madinah yang ditunjuk Rasulullah Saw sebagai lokasi bakal munculnya orang-orang sesat tidak bisa ditafsir lain kecuali tanah Najd tempat di mana Bani Tamim tumbuh dan berkembang dari generasi ke generasi. Untuk lebih menegaskan tentang siapa dan dari kabilah mana penyesat itu akan muncul, sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan Hadits Shahih Bukhari No. 3238 bab Qaulullah Yaa Ayyuhannas inna Khalaqnakum, hadits Shahih Bukhari No. 4037 bab Qudum Al Asy’ariyyin wa Ahlu Al Yaman, juga hadits Shahih Bukhari No. 979 bab Ma Qila fi Al Zalazil wal Ayat, dan juga hadits Shahih Bukhari No. 6565 bab Qaul An Nabi Al Fitnah min Qibal Al Masyriq bunyinya sebagai berikut :

“Kalian kedatangan penduduk Yaman, mereka berhati sangat lembut dan berperasaan halus. Iman itu ada di Yaman, dan hikmah juga ada pada orang-orang Yaman sedangkan puncak kekafiran ada di timur Madinah.” Lalu Rasulullah Saw berdoa, “Ya Allah, berikanlah kami keberkahan kepada negeri Syam kami. Ya Allah, berikanlah kami keberkahan kepada negeri Yaman kami.”

Di tengah doa Rasulullah Saw, orang-orang badui dari Najd tiba-tiba menyela, “Juga kepada negeri Najd kami, ya Rasulullah.”

Rasulullah Saw menjawab, “Ya Allah berikanlah kami keberkahan kepada negeri Syam kami. Ya Allah berikanlah kami keberkahan kepada negeri Yaman kami.”

Orang-orang badui asal Najd kembali menyela, “Juga kepada negeri Najd kami, ya Rasulullah.”

Rasulullah untuk kali ketiga menjawab dengan sabda lebih keras, “Dari Najd akan timbul berbagai keguncangan, fitnah-fitnah, dan dari sana akan muncul tanduk setan.”

Kemunculan Musailamah Al Kadzdzab (Si Pendusta)

Pada saat Rasulullah Saw masih hidup, muncul Musailamah Al Kadzdzab dari Al Yamamah, yang jejaknya diikuti Al Aswad Al Ansi di Yaman. Rasulullah Saw mengambil tindakan tegas terhadap mereka. Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dan kitab Sirah Nabawiyah “Ar Rahiiqul Makhtum” karya Shafiyyurahman Al Mubarakfuri mengisahkan peristiwa itu dengan lengkap.

Musailamah Al Kadzdzab yang bernama asli Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib bin Al Harits, anggota Bani Hanifah kelahiran tanah Najd tepatnya di Yamamah. Musailamah dikenal sebagai orang yang sombong, pongah, suka membual, dan sangat berambisi kepada kedudukan. Dikisahkan bahwa Musailamah dan 16 orang anggota Bani Hanifah satu hari datang menghadap Rasulullah Saw di Madinah. Peristiwa itu dicatat terjadi pada tahun ke 9 Hijriyah.

Ibnu Ishaq mencatat bahwa sewaktu menghadap Rasulullah Saw, kabilah Bani Hanifah berkata bahwa rombongan Bani Hanifah menghadap Rasulullah Saw dan meninggalkan Musailamah di perbekalan mereka. Ketika mereka semua masuk Islam, mereka menyebutkan tempat Musailamah. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami meninggalkan salah seorang sahabat kami di perbekalan kami untuk menjaganya.” Rasulullah Saw memerintahkan sesuatu kepada Musailamah bin Hubaib An Najdi seperti yang beliau perintahkan kepada rombongan Bani Hanifah. Rasulullah Saw bersabda, “Kedudukan dia (Musailamah) tidak lebih buruk dari kedudukan kalian.” Rasulullah SAW bersabda seperti itu, karena Musailamah menjaga perbekalan teman-temannya dengan baik.

Setelah rombongan Bani Hanifah keluar dari kediaman Rasulullah SAW dan pulang membawa hadiah-hadiah yang diberikan Rasulullah Saw, terjadi penyimpangan cerita terkait Musailamah. Ceritanya : sewaktu mereka sampai di Al Yamamah, Musailamah murtad, mengingkari keislamannya. Bahkan Musailamah mengaku menjadi nabi dan menyusun dusta kebohongan untuk orang-orang Bani Hanifah. Dengan yakin diri Musailamah berkata, “Aku berbagi sama dalam hal ini bersama Muhammad.”

Kepada rombongan yang dulu bersama-sama menghadap Rasulullah Saw, Musailamah berkata, “Bukankah ia (Rasulullah Saw) berkata kepada kalian ketika kalian menyebutkan namaku kepadanya, “kedudukan dia (Musailamah) tidak lebih buruk daripada kedudukan kalian.” Muhammad berkata seperti itu, karena ia mengetahui aku berbagi sama dalam hal ini bersamanya.”

Setelah itu, Musailamah membuat sajak-sajak untuk Bani Hanifah dan mengatakan sesuatu untuk menandingi Al Quran. Tidak cukup itu, Musailamah menghalalkan minuman keras dan zinah untuk Bani Hanifah dan menghapus kewajiban shalat dari mereka. Bani Hanifah terperdaya dan mereka pun mengikuti serta bergabung bersamanya. Kedudukan Musailamah semakin terkenal di lingkungan badui Najd. Para tetua suku badui beramai-ramai menjadi pengikutnya. Musailamah dijuluki dengan gelar mulia “Rahman Yamamah”.

Pada saat yang sama, di Najd muncul pula nabiah palsu bernama Sajah binti Al Harits Ibnu Suwaid At Tamimah, seorang perempuan ahli Bahasa Arab yang memiliki keahlian dalam ilmu sihir dan mengaku sebagai seorang nabiah. Melihat pengaruh Sajah binti Al Harits, Musailamah berkenan menjadikannya isteri. Demikianlah, pengaruh Musailamah makin kuat dan luas di tanah Najd.

Pada tahun ke 10 Hijriyah, nabi palsu Musailamah mengirimkan surat kepada Rasulullah Saw pada saat beliau menjelang wafat. Dalam suratnya, Musailamah dengan pongah menyatakan, “Dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad Rasulullah, Salamun alaika. Amma ba’du. Sesungguhnya aku berbagi sama denganmu dalam masalah ini. Kami berhak atas separuh bumi dan Quraisy berhak atas separuh yang lainnya, namun Quraisy adalah orang-orang yang melewati batas sehingga menguasai semua.”

Surat itu disampaikan oleh dua orang utusan Musailamah bernama Ibnu Nawahah dan Ibnu Atsal. Setelah surat itu dibacakan oleh sahabat untuk Rasulullah Saw, beliau pun bertanya kepada dua orang utusan itu, “Apakah kalian bersaksi bahwa aku adalah Rasul Allah ?”

Ibnu Nawahah dan Ibnu Atsal menjawab tegas, “Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah Rasul Allah.”

Rasulullah pun menjawab, “Demi Allah, seandainya seorang utusan boleh dibunuh, aku pasti memenggal leher kalian berdua.”

Ibnu Ishaq mencatat, bahwa kemudian Rasulullah Saw menulis surat balasan kepada Musailamah bin Hubaib An Najdi. Rasulullah Saw bersabda dalam suratnya, “Bismillahirrahmaanirrahiim. Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah Al Kadzdab (pendusta). Salam sejahtera atas siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. Sesungguhnya bumi adalah milik Allah yang diwariskannya kepada siapa saja dari hamba-hambaNya yang dikehendakiNya dan hasil akhir itu milik orang-orang bertaqwa.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s